Seseorang bisa sukses atau terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkan, ternyata bergantung ama dua hal yakni sunnatullah plus inayatullah. Sunatullah artinya sunnah-sunnah Allah yang mewujud berupa hukum alam yang terjadinya menghendaki proses sebab akibat, sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Kalau dikau ingin nyelesaikan studi tepat waktu dengan predikat memuaskan alias jadi si “Langganan IP 4”. Keinginan itu bisa tercapai kalau dirimu bertekad sungguh-sungguh dalam belajar, nyiapkan fisik eN pikiranmu dengan sebaik-baiknya, truzz ningkatkan kuantitas + kualitas belajarmu sedemikian rupa, sehingga melebihi kadar eN cara belajar yang dilakukan rekan-rekanmu. Dalam konteks sunnatullah, kalau itu sudah dikerjakan sangat mungkin dirimu bisa meraih apa yang dicita-citakan itu.
Tapi di seputar Indonesia atau berita laen, pernah ada loh kabar bis yang jatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya, tapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. So… mahasiswa yang udah sungguh-sungguh berikhtiar tadi, bisa aja gagal total cuma karena Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studinya, misalnya loh yah. Perlu di catat lagi neh, segala yang mustahil menurut akal manusia sama sekali tidak ada yang mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.
Rencana manusia gak mesti selalu sama dengan rencana Allah. Boleh aja kita berjuang habis-habisan. Tapi, kalau ternyata Dia menghendaki lain truz kita mau apa? mau kecewa? kecewa sama sekali gak ngubah apapun. Lagipula, kecewa yang timbul dihati gak lain alias gak bukan cuma karena kita pengen banget rencana Allah itu selalu sama ama rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian karena hanya Dia yang Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah, 2: 216)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar