
Islamedia – Perdana Menteri Turki Receb Thayyib Erdogan meminta pemerintah entitas Zionis Israel membebaskan blokade dari Jalur Gaza yang sudah diberlakukan selama lebih dari empat tahun, jikan ingin hubungan antara Turki dan Israel kembali seperti sedia kala. Demikian disampaikan Erdogan dalam wawancara dengan televisi aljazeera, Rabu (12/1) malam.
Erdogan juga menegaskan kembali meminta pemerintah Zionis Israel meminta maaf
dan membayar ganti rugi akibat serangan yang terjadi pada kapal “Mavi Marmara” milik Turki, yang ikut dalam rombongan konvoi Freedom Flotilla akhir Mei 2010 lalu. Dalam serangan Israel ke kapal Mavi Marmara tersebut mengakibatkan 9 relawan Turki gugur dan puluhan relawan lainnya terluka.
Erdogan mengatakan, “Yang kami inginkan dari pihak Israel , setelah mereka
mengembalikan kapal Mavi Marmara kepada kami, agar mereka meminta maaf
dan membayar ganti rugi. Ketiga mereka harus membebaskan blokade Jalur
Gaza. Karena blokade ini telah merubah Jalur Gaza menjadi penjara
terbuka. Kalian tidak berhak memenjarakan mereka semua. Saya meminta
kalian agar blokade Jalur Gaza dibebaskan. Bila hal ini tidak kalian
lakukan maka hubungan kita tidak akan kembali seperti sedia kala.” Selain
itu Erdogan juga melancarkan serangan sengit kepada Menteri Luar
Negeri Israel Avigdor Lieberman seraya menyebutnya sebagai “tercela”.
Erdogan mengatakan, “Lieberman telah melakukan semua tindakantercela." Menurutnya, bahwa Pemerintah Netanyahu yang berkuasa saat ini di entitas Zionis Israel adalah pemerintahan yang paling buruk bagi Turki. Kami Dukung Hamas Terkait dengan sikapnya terhadap Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Perdana Menteri Turki Receb Thayyib Erdogan menegaskan bahwa Turki mendukung gerakan ini,
karena Hamas merupakan gerakan perlawanan yang membela tanah airnya.
Di samping itu Hamas adalah gerakan politik yang masuk ikut pemilu dan
menang. Menurut Erdogan, sangat sulit mencapai kesepakatan politik di
kawasan tanpa melibatkan Hamas.
Erdogan mengatakan, “Kami selalu di sisi Hamas ketika itu benar. Kemarin kami
di sisinya dan sekarang pun kami akan tetap di sisinya. Karena Hamas
adalah gerakan perlawanan. Saya tidak melihat Hamas sebagai gerakan
teroris. Mereka adalah orang-orang yang membela tanah mereka. Hamas
adalah gerakan politik, begitulah kami melihatnya. Kami melihat Hamas
adalah gerakan yang ikut pemilu dan dia menjadi partai yang menang dalam
pemilu ini.”
Erdogan menyebut mereka yang memusuhi Hamas sebagai “musuh demokrasi”. Erdogan
menuduk mereka tidak memberikan kesempatan politik kepada gerakan
Hamas. “Sekiranya bisa, mereka membuat rintangan dengan cara apapun
agar (Hamas) tidak berhasil,” tegasnya. Dia menyatakan sudah menegaskan
kepada Ketua Tim Kuartet Tony Blair bahwa “meja perundingan yang tidak
melibatkan Hamas di dalamnya tidak akan menghasilkan perdamaian
apapun.”
Kepada Tony Blair Erdogan mengatakan, “Anda harus tahu, Hamas adalah pihak
terkait dalam masalah ini. Ini fakta yang harus Anda lihat. Fatah dan Hamas sekarang ini adalah dua unsur penting di Palestina. Jika Anda hanya melihat satu unsur dan tidak mau melihat unsur yang lain, maka perdamaian Palestina tidak akan terealisasi.” (wrs/pic)
Sumber : www.islamedia.web.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar