KMM Asy - Syifaa Present...
Kontribusi Islam dalam Dunia Kedokteran
Rasulullah Saw mempraktikkan ilmu kedokteran. Para sahabat pun demikian.
Mereka mempraktikkan pengobatan ala Rasul yang kini dikenal dengan nama
Thibbun Nabawi.
Suatu ketika seorang wanita yang sedang demam datang kepada Abu Bakar.
Wajita itu diminta mengambil air. Abu Bakar melakukan tindakan demikian
karena mendapatkan Rasulullah menggunakan air sebagai penurun panas.
Hadist Bukhari, Aisyah, istri Rosulullah Saw ketika ada pasien datang
kepada beliau, yaitu salah satunya pernah berduka karena saudaranya ada
yang meninggal yang sebelumnya jatuh sakit, maka Aisyah menyarankan yang
disaksikan Rasulullah dan di depan pasien.
Rasulullah pernah melakukan seperti ini (talbinah adalah minuman herbal
campuran dari madu+susu+terigu) yang apabila dikonsumsi maka akan
meringankan penyakit, misalnya dalam keadaan sedih, sakit lambungnya
maka dengan mengkonsumsi talbinah. Dalam sebuah riwayat Abu Thoyibah
salah satu sahabat yang pernah menyebutkan Rosulullah ketika menjelang
wafatnya Aisyah yang melakukan itu yang termuat dalam sebuah hadits
shohih Bukhari.
Menurut sejarah Rosulullah SAW dan para sahabatnya konsep pembangunan
umat dalam satu acuan bahwa dengan lahirnya Thibbun Nabawi maka para
sahabat memiliki kualitas kesehatan yang sungguh luar biasa. Tabiit
Tabiin dan para tokoh ulama memiliki sejarah kegemilangan kedokteran
Islam.

Maka sejak itu mulailah kajian-kajian kedokteran semakin marak yang
membahas Thibbun Nabawi. Ar-Razi salah seorang ulama kedokteran Islam.
Dengan munculnya tokoh-tokoh ulama sahabat yang kemudian menuliskan
buku-buku pengobatan Islami.
Kontribusi Islam dalam Dunia Kedokteran
1. Dalam sebuah riwayat, ketika Rosulullah SAW hijrah ke Madinah, maka datanglah beberapa orang menyampaikan saudaranya yang lagi sakit, sahabat berkata “Bagaimana ya Rosulullah ?” kemudian Rosulullah ikut mengunjungi saudara sahabatnya yang lagi sakit dan mendoakan kesembuhan untuknya, Rosulullah bersabda “ Wahai hamba Allah, maka berobatlah, karena Allah tidaklah menurunkan penyakit, melainkan menurunkan obatnya” (HR. Ahmad).
2. Sejak Islam masuk memberikan konsep patologi penyakit (spesialisasi medis yang berurusan dengan diagnosis penyakit).
3. Islam mengajarkan dunia pengobatan kedokteran Islam, mencoba
memberikan pemahaman pada praktisi medis saat itu. Sehingga meninggalkan
khurafat sihir dan pemikiran-pemikiran di bidang kedokteran. Artinya
Islam membersihkan dari segala macam khurafat dalam proses penyembuhan
dalam pemikiran yang salah sebelumnya, contoh ajimat dari kepala hewan.
4. Islam sangat mendorong kepada dokter muslim agar ada seorang dokter
harus benar-benar ahli. Dalam sebuah riwayat ada seorang laki-laki sakit
mendatangi Rosulullah SAW, beliau berkata “ Engkau sedang sakit
jantung, temuilah Harits bin Kaladah dari Tsaqif, ia adalah seorang yang
pandai mengobati.” (HR. Abu Daud). Rosulullah mengajarkan untuk
mendatangi dokter yang ahli dalam bidangnya dan ini diajarkan dalam
Islam.
5. Islam mengajarkan bahwa sesuatu yang terkait peyakit harus memahami
kajian ilmiahnya dangan ilmu patologi, Islam mengajarkan menjaga
kesehatan, ada 300 hadits yang berisi tentang kebersihan diri, pola
makan dan pola minum yang baik

Pada ilmuwan muslim pertama yang berhasil menemkan teori tentang
pembiusan dalam praktik operasi. Padahal sebelum Islam datang para
praktisi medis dalam pembiusan menggunakan khamer/arak. Para sahabat
mendatangi Rosulullah kemudian menanyakan tentang penggunaan khamar
untuk obat bius, maka beliau menegaskan “Khamar itu penyakit bukan obat”
maka Rosulullah menegaskan “Innallaha laj’a asyifaa akum bi kharom”,
Allah tidak menjadikan barang haram sebagai obat.” Inilah yang kemudian
menjadi salah satu metode yang dipakai sampai sekarang, teori dalam
pembiusan dalam praktik operasi yang tidak menggunakan khamar”.
Pengobatan dengan daging ular/barang-barang haram tidak diperbolehkan
dalam Islam. Ada dua asas Thibbun Nabawi, yaitu tidak boleh berlaku
syirik dan tidak boleh menggunakan barang haram. Inilah kemudian yang
menjadikan prinsip praktisi Thibbun Nabawi: harus menjauhkan barang
haram dari pasien kita.
6. Islam merupakan agama pertama yang mengisyaratkan adanya konsep
kesehatan. Dalam sebuah hadits yang artinya “Janganlah orang yang sakit
mendekati orang yang sehat”. Maka hendaknya orang yang sakit harus
diasingkan agar penyakitnya tidak menular. Rosulullah juga mempraktekkan
kepada aorang-orang yang terkena penyakit kusta. Dalam sebuah kisah,
ada seorang laki-laki berpenyakit kusta minta izin masuk, kemudian
Rosulullah SAW menyuruh seorang utusan untuk menyampaikan kepada
laki-laki tersebut. Artinya, untuk penyakit yang menular/membahayakan
bagi orang yang sehat, ternyata Islam telah mengajarkan untuk
dikarantina.
7. Islam datang dengan kaidah ilmiah dalam menanggulangi penyakit. Islam
juga memberi kontribusi terhadap praktik kedokteran Islam.
Dalam sebuah hadits Jika kamu mendengar tentang tha’undi suatu tempat,
maka janganlah kamu memasukinya (tempat itu). Apa bila kamu (terlanjur)
berada di tempat yang terkena wabah itu, maka janganlah kamu keluar
darinya (tempat itu) (H.R. at-Turmuzi dari Sa’id).
8. Kaidah Islam datang dengan aturan yang jelas dan pasti sejalan dengan
pengobatan ilmiah dengan memberikan peraturan yang jelas dalam praktik
kehidupan.

Dalam sebuah hadits yang artinya, Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu ia
berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda :”Janganlah sekali-kali seseorang
di antara kamu kencing dalam air tergenang yang tidak mengalir kemudian
dia mandi di dalamnya.’ Dan dalam riwayat Imam Muslim : “Janganlah
seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir)
ketika dalam keadaan junub.” Juga tidak boleh kencing di bawah pohon.
9. Islam juga menerangkan tentang keturunan dan alat reproduksi. Islam
sangat sempurna dalam memberikan bimbingan syariat dalam proses
kehidupan.
Syukron
Tidak ada komentar:
Posting Komentar