Sabtu, 15 Juni 2013

KMM Asy - Syifaa Present...
 
Kontribusi Islam dalam Dunia Kedokteran
 
     Rasulullah Saw mempraktikkan ilmu kedokteran. Para sahabat pun demikian. Mereka mempraktikkan pengobatan ala Rasul yang kini dikenal dengan nama Thibbun Nabawi.
           Suatu ketika seorang wanita yang sedang demam datang kepada Abu Bakar. Wajita itu diminta mengambil air. Abu Bakar melakukan tindakan demikian karena mendapatkan Rasulullah menggunakan air sebagai penurun panas.
         Hadist Bukhari, Aisyah, istri Rosulullah Saw ketika ada pasien datang kepada beliau, yaitu salah satunya pernah berduka karena saudaranya ada yang meninggal yang sebelumnya jatuh sakit, maka Aisyah menyarankan yang disaksikan Rasulullah  dan di depan pasien.
         Rasulullah pernah melakukan seperti ini (talbinah adalah minuman herbal campuran dari madu+susu+terigu) yang apabila dikonsumsi maka akan meringankan penyakit, misalnya dalam keadaan sedih, sakit lambungnya maka dengan mengkonsumsi talbinah. Dalam sebuah riwayat Abu Thoyibah salah satu sahabat yang pernah menyebutkan Rosulullah ketika menjelang wafatnya Aisyah yang melakukan itu yang termuat dalam sebuah hadits shohih Bukhari.
          Menurut sejarah Rosulullah SAW dan para sahabatnya konsep pembangunan umat dalam satu acuan bahwa dengan lahirnya Thibbun Nabawi maka para sahabat memiliki kualitas kesehatan yang sungguh luar biasa. Tabiit Tabiin dan para tokoh ulama memiliki sejarah kegemilangan kedokteran Islam.
 
 
          Maka sejak itu mulailah kajian-kajian kedokteran semakin marak yang membahas Thibbun Nabawi. Ar-Razi salah seorang ulama kedokteran Islam. Dengan munculnya tokoh-tokoh ulama sahabat yang kemudian menuliskan buku-buku pengobatan Islami.
Kontribusi Islam dalam Dunia Kedokteran

1. Dalam sebuah riwayat, ketika Rosulullah SAW hijrah ke Madinah, maka datanglah beberapa orang menyampaikan saudaranya yang lagi sakit, sahabat berkata “Bagaimana ya Rosulullah ?” kemudian Rosulullah ikut mengunjungi saudara sahabatnya yang lagi sakit dan mendoakan kesembuhan untuknya, Rosulullah bersabda “ Wahai hamba Allah, maka berobatlah, karena Allah tidaklah menurunkan penyakit, melainkan menurunkan obatnya” (HR. Ahmad).
2. Sejak Islam masuk memberikan konsep patologi penyakit (spesialisasi medis yang berurusan dengan diagnosis penyakit).
3. Islam mengajarkan dunia pengobatan kedokteran Islam, mencoba memberikan pemahaman pada praktisi medis saat itu. Sehingga meninggalkan khurafat sihir dan pemikiran-pemikiran di bidang kedokteran. Artinya Islam membersihkan dari segala macam khurafat dalam proses penyembuhan dalam pemikiran yang salah sebelumnya, contoh ajimat dari kepala hewan.
4. Islam sangat mendorong kepada dokter muslim agar ada seorang dokter harus benar-benar ahli. Dalam sebuah riwayat ada seorang laki-laki sakit mendatangi Rosulullah SAW, beliau berkata “ Engkau sedang sakit jantung, temuilah Harits bin Kaladah dari Tsaqif, ia adalah seorang yang pandai mengobati.” (HR. Abu Daud). Rosulullah mengajarkan untuk mendatangi dokter yang ahli dalam bidangnya dan ini diajarkan dalam Islam.
5. Islam mengajarkan bahwa sesuatu yang terkait peyakit harus memahami kajian ilmiahnya dangan ilmu patologi, Islam mengajarkan menjaga kesehatan, ada 300 hadits yang berisi tentang kebersihan diri, pola makan dan pola minum yang baik
 
        
           Pada ilmuwan muslim pertama yang berhasil menemkan teori tentang pembiusan dalam praktik operasi. Padahal sebelum Islam datang para praktisi medis dalam pembiusan menggunakan khamer/arak. Para sahabat mendatangi Rosulullah kemudian menanyakan tentang penggunaan khamar untuk obat bius, maka beliau menegaskan “Khamar itu penyakit bukan obat” maka Rosulullah menegaskan “Innallaha laj’a asyifaa akum bi kharom”, Allah tidak menjadikan barang haram sebagai obat.” Inilah yang kemudian menjadi salah satu metode yang dipakai sampai sekarang, teori dalam pembiusan dalam praktik operasi yang tidak menggunakan khamar”.
           Pengobatan dengan daging ular/barang-barang haram tidak diperbolehkan dalam Islam. Ada dua asas Thibbun Nabawi, yaitu tidak boleh berlaku syirik dan tidak boleh menggunakan barang haram. Inilah kemudian yang menjadikan prinsip praktisi Thibbun Nabawi: harus menjauhkan barang haram dari pasien kita.
6. Islam merupakan agama pertama yang mengisyaratkan adanya konsep kesehatan. Dalam sebuah hadits yang artinya “Janganlah orang yang sakit mendekati orang yang sehat”. Maka hendaknya orang yang sakit harus diasingkan agar penyakitnya tidak menular. Rosulullah juga mempraktekkan kepada aorang-orang yang terkena penyakit kusta. Dalam sebuah kisah, ada seorang laki-laki berpenyakit kusta minta izin masuk, kemudian Rosulullah SAW menyuruh seorang utusan untuk menyampaikan kepada laki-laki tersebut. Artinya, untuk penyakit yang menular/membahayakan bagi orang yang sehat, ternyata Islam telah mengajarkan untuk dikarantina.
7. Islam datang dengan kaidah ilmiah dalam menanggulangi penyakit. Islam juga memberi kontribusi terhadap praktik kedokteran Islam.
           Dalam sebuah hadits Jika kamu mendengar tentang tha’undi suatu tempat, maka janganlah kamu memasukinya (tempat itu). Apa bila kamu (terlanjur) berada di tempat yang terkena wabah itu, maka janganlah kamu keluar darinya (tempat itu) (H.R. at-Turmuzi dari Sa’id).
8. Kaidah Islam datang dengan aturan yang jelas dan pasti sejalan dengan pengobatan ilmiah dengan memberikan peraturan yang jelas dalam praktik kehidupan.
 
 
           Dalam sebuah hadits yang artinya, Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda :”Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu kencing dalam air tergenang yang tidak mengalir kemudian dia mandi di dalamnya.’ Dan dalam riwayat Imam Muslim : “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” Juga tidak boleh kencing di bawah pohon.
9. Islam juga menerangkan tentang keturunan dan alat reproduksi. Islam sangat sempurna dalam memberikan bimbingan syariat dalam proses kehidupan.
 
Syukron 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar